Cari

Jadi Sedih :D

Im The Unicorn of My Self

Tak Akan Pernah Sama

“Produce your proof, if you should be truthful.”

Q.S Al-Baqarah : 111 

————————————————

 

 

 

 

Akhirnya bisa menulis lagi di blog ini hehehe , setelah sekian lama gak nulis di blog … lupa password euuy hehehe .

Assalamualaikum, Segala puji bagi Allah , Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya , Sholawat dan salam untuk Nabi dan Rasul , Muhammad SAW .

tulisan ini adalah pengalaman pribadi gue langsung , Alhamdulillah Allah mempertemukan dengan saudara-saudara yang Sholeh dan baik …

langsung aja , sebenernya ini pengalaman gue sama 2 orang , hmmm apa yah nyebutnya .. dibilang anggota .. gue gak tau mereka anggotanya apa bukan -_- .. gue sebut aja mereka simpatisan yaah heehehe tapi sebutan tersebut gak akan mengurangi respect gue sama mereka .

 

ini pengalaman gue dengan simpatisan FPI

satu yang punya akun twitter @ayahnyafaris  dan satu lagi yang punya akun @raihanalfatih

pengalaman pertama dengan @ayahnyafaris, jadi waktu itu di event Parade Tauhid Indonesia .. sebelumnya gue hanya sekedar sering kepoin akuunya doi … karena doi kalau di twiiter kalau ngeliat twit-twitnya itu ‘keras’ . ‘keras’ terhadap apa yang doi percaya itu benar dan ‘keras’ terhadap apa yang doi percaya itu salah .

jadi waktu itu gue dan Kang Edew ( M. Adhi Pradana) sedang ngambil beberapa Shot buat dokumentasi acara Parade Tauhid , lalu Kang Edew ngomong ” eh ada bang (gue lupa namanya siapa) , gue ” itu siapa bang ?” kang Edew “itu loh yang punya akun @ayahnyafaris , dalem hati , wih akhirnya bisa ketemu ….

gue yang notabene orang baru , ketika ketemu beliua  .. doi salam  langsung cium pipi kanan-kiri  lalu langsung di peluk … gue hanya bisa ngikutin .. diem .. kaget sekaligus terharu .. padahal die gak kenal gue sebelumnya tapi doi bisa sehangat ini sama orang yang baru dikenal .. sampe dipeluk , cipika cipiki … tanya kabar dll …

dengan twit-twitnya doi yang ‘keras’ , tapi ketika ketemu langsung menjadi berubah 180 dearajat , gue bahagia karena bisa ketemu orang seperti doi …pengalaman yang asiik .

 

pengalama kedua bareng @raihanalfatih , ini gw kenal doi dari komunitas #IndonesiaTanpaJIL , orangnya asik ,  pengalaman pas ramadhan tahun lalu … ketika gue sama diajakin sama die Itikaf bareng di Masjid BI …

pada saat itu udah masuk ramadhan akhir , doi nge WA gue beberapa kali , ngajakin itikaf tapi karena beberapa hal gue tolak …

doi gak nyerah ngajakin gue buat itikaf di BI , mungkin emang udah jalannnya kali yaah .. saat hari itu gue emang lagi butuh “penyegaran Jiwa” doi nge WA , salah satu WA nya yaitu gini “udah jangan ragu-ragu , ragu-ragu itu datangnya dari Setan” , langsung jleb di hati …

akhirnya tancap gas ke masjid BI , nah dari Itikaf itu banyak sharing-sharing berbagai hal …  karena berkat Allah yang udah kirmin Hidayah lewat perantara doi , gue bisa itikaf .. belajar ilmu , hal-hal yang baru di dunia Islam .

sekarang sama doi malah kadang pas CFD janjian hahaha , pernah di saat CFD bareng lalu hujan deras , yaa karena gue CFD pake sepatu ROda dan masih newbie .. gue  minta tolong di tuntun naik trotor haha … eh doi biliang ” Jan Jan (Januar: nama penulis) ujan ujan bukannnya sama cewe gitu , sama pasangan CFD ini malah ama cowo, gandengan lagi”

pernah beberapa kali janjian nongtong bareng tapi yang terlaksana cuman sekali hahaha , gue juga kadang ada hal-hal berkaitan denga FPI yang gue ada tanyaain , gue nanya die … paling engga dapet penjelasan dari sumber langsung .

 

nah itu dia pengalaman gue bersama simpatisan FPI , dari yang udah gue rasain dan lihat langsung … FPI itu gak seperti media beritain , pengrusak, anarkis , barbar dll nye deh .. malah dari dua orang ini gue ngerasain Kasih Sayang , Kekeluargaan , kebaikan.. berbeda dari yang media beritain .

seperti judul tulisan ini Tak Akan Pernah Sama , yup karena Berita Media ttg FPI Tak Akan Pernah Sama dengan Realitasnya …

gue dulu juga sempet benci FPI, dalem hati ” ini gara-gara ini ormas , Citra Islam itu jadi jelek ” tapi setelah kenal dengan dua orang di atas , gue sadar , bukan mereka yang buat Citra Islam jelek , tapi memang medianya yang mau menjelekan Citra Islam , dengan kambing hitamnya FPI.

Silahkan ajak semua orang untuk membenci kami. Namun ingatlah kebenaran akan sampai juga pada telinga-telinga yang tetap terbuka – Habib Rezieq

 

Wallahualam Bishawab.

Muhammad Ghazi Al Fatih

Jakarta,

Senin, 8 Rabiul Akhir 1437 / 18 Januari 2016

00.52 WIBB

 

 

 

 

Sign

image

” bagi yg ingin lemah, mundurlah bagi yg tidak kuat bertahan, silahkan bagi yg ingin mengalami kefuturan, sekiranya semua sepakat berhenti mengusung kemuliaan ini, aku akan tetap di sini bersama Rabbku hingga kemenangan menjadi nyata dan syahid memuliakanku.”

(Sayyid Quthb)

Berita duka datang Dari saudara di pegunungan
Air matanya menggenang
Tangisnya melayang, terbang
Melihat Rumah kesayangan Hilang!
Di hari Raya mereka terkekang!

Umat Islam kembali menjadi Korban
Hanya di manfaatkan menjadi komoditi pemilihan
Lalu dibiarkan, ditusuk dari segala jalan!

Kemarin , media Islam di di bredel
Oleh rezim berkepala Perkedel

Ini saatnya , kembali Bangkit
Kumpulkan semua yang terbaik.

Islam akan jaya bersama mu atau Tanpa mu.
Tapi kamu tak akan pernah jaya Tanpa Islam!

Apakah Surganya Allah tidak begitu menggiurkan bagimu untuk berjuang dijalan ini?

Kipas Angin Rusak Hanya Bersuara Tapi Tak Bermanfaat

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

{Q.S Al-Ahzab : 40}

——————————————————

http://m.inilah.com/news/detail/2221407/ahok-skb-menteri-tak-bisa-larangan-ahmadiyah

Mungkin Pak Ahok harus belajar mengenai permasalahan inti Dari kasus Ahmadiyah ….

Ahmadiyah mengakui adanya Nabi setelah Nabi Muhammad Saw .

Untuk lebih detail tentang kesesatan  Ahmadiyah

http://m.inilah.com/news/detail/1233862/URLTEENAGE

Sekarang mari bahas Ahok

“Di negara ini tak kenal SKB dua menteri sebagai dasar hukum. Hal itu dipakai sebagai landasan kelompok intoleran untuk melancarkan aksinya,” ujar Ahok di Jakarta, Sabtu (11/7/2015).

1.Dalam SKB jelas tertulis keputusan tersebut mengikat Dan sesuai UU

“SKB ini sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1/PnPs/1965 tentang
Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama, jo Undang-Undang Nomor
5 Tahun 1969, jo Pasal 7 ayat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, sehingga SKB ini mempunyai
kekuatan hukum yang mengikat.”

Versi lengkapnya silahkan download dimari:

http://kemenag.go.id/file/dokumen/SEBAhmadiyah.pdf

2. Ahok sendiri Intoleran terhadap kelompok yang intoleran.

“Menurutnya, di Indonesia banyak sekali aliran-aliran yang berkembang. Sehingga semua pihak tidak perlu mempermasalahkan adanya Ahmadiyah.”

Dan sekali lagi…. Ahok tidak mengetahui akar permasalahan…

Kalau misal warga Jakarta meyakini Gubernur Jakarta bukan anda tapi orang lain , lalu mereka tak patuh terhadap anda … (Kalau anda bilang tak perlu dipermasalahkan) gimana?
Kan kata anda tak perlu mempersalahkan … Hehehe

“Kami anut semua keyakinan dipercayai. Kenapa harus ribut,” Ahok

Hehehe anda bingung Pak? 😀
Masa semua keyakinan harus dipercayai….
Kalau semua keyakinan harus dipercayai berarti anda secara tidak langsung telah tidak percaya terhadap keyakinan yang ada percayai.

Kalau misal saya bikin keyakinan baru yang berkeyakinan saya ini Tuhan , bapak mau meyakini Dan membenarkan juga?

Padahal saya ini Manusia bukan Tuhan.

Jangan semua dibikin relativ Pak,

Apakah sama orang yang memilih karena analisa , riset Dan Data-data dengan orang yang memilih karena dibayar saya
Kan engga

Sesungguhnya Kebenaran itu datangnya Dari Allah.

Salam,
Tri Januar Lutfi Yansyah

——————————————————

Jika ada yang ingin mengkoreksi , bertukar pikiran berdiskusi mengenai Hal ini… Silahkan Email ke jlutfiyansyah@gmail.com  say pribadi sangat senang menerimanya.

Rezim Makan Malam!!

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim)

Bara kepala meminta
Datang cuma singgah , Henti tak bersua….

Terbang , mengepak tinggi melampaui asa…
Takut, sembunyi dibalik penguasa yang pongah

Nasional, nusantara
Pergi bernada Lara…

Pesan Dari para makhluk yang lupa…
Bukankah Predikat Tuhan menempel hanya di anda?
Maha… Siswa

Sampai api menyala dijalan,
Sampai asap menjadi Hitam ! Pekat! Lalu bersuara !

Aku tak ingin diam!
Aku tak ingin diam!
Aku tak ingin diam!

Pura pura tak tahu…
Dan lagi pura pura tak tahu..
Dan kembali pura pura tak tahu..

Diam adalah kehancuran!
Diam adalah kekalahan!
Diam adalah bentuk pengkhianatan

Bangkit, pergi lalu Aksi!

——————————————-

Jakarta, 20 Mei 2015
23.11

Ibu.

Seorang Gembong Homo, pegiat, pelindung dan pahlawan para bencong dan lesbong di Indonesia dengan percaya diri mendaftarkan diri jadi Komisioner HAM,

Mendaftarkan diri,
dan semoga tidak lolos, ditengah heningnya kematian nurani..

Dan kebisingan politik yg sibuk sendiri..

#

Seorang gubernur mengusung ide lokalisasi dan pelegalan Kompleks Pelacuran dan Penjualan Minuman Keras.

” Orang Suci dilarang masuk “. Ujar sang gubernur nyinyir, soal idenya pada lokalisasi tempat maksiat itu.

Seolah yang menolak idenya, adalah orang sok suci dan munafik.

#

Pesta Bikini campur Baur Anak SMA, siswa dan siswi dalam Kolam renang, sambil menegak coctail dan musik menghentak…

Pesta Seks bareng belasan remaja SMP dalam kamar sempit Hotel melati.

Kedua ‘event’ diwaktu yg sama, tempat yg berbeda,

Namun dengan alasan yang sama..

Menghilangkan kesumpekan pasca ujian sekolah.

#

Profesi Artis dan selebriti yg jadi idola kebanyakan remaja,

dan cita-cita kebanyakan anak-anak negeri,

terbongkar,

ternyata Ratusan dari mereka juga nyambi jadi pelacur kelas kakap, bertarif puluhan hingga ratusan juta.

Demi baju dan tas branded,
Mobil mewah,
liburan ke eropa,
dan gaya hidup hedonis lainnya

#

Pelacuran Online yg pelakunya adalah remaja belasan tahun yg sukarela dan bergerak mandiri, bukan di mucikari,

Juga terbongkar,

dan ternyata mudah sekali menemukan ribuan pelacur-pelacur bonsai ini dengan tarif murah meriah,

seliweran beriklan ala pedagang baju di sosial media:

Bisa PO,
ada DP,
ada testomoni,

Bisnis menggiurkan yg cuma bermodal Gadget..

Foto..
Upload..
Klik..
DP..
Ketemuan..
Lunas..

**

InnaliLLAH..

Beberapa hari ini,

Demikianlah berita yang menghiasi media..

Menetes air mataku..

**

” Akan datang suatu zaman dimana orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api. ”
(HR. Tirmidzi)

Yah,

Terbayang beratnya anak-anak kita kelak, memegang “Bara Api”..

Membuatku makin merasa malu..

Menjadi ibu makin jelas,

bukan lagi pekerjaan sederhana..

Bukan lagi pekerjaan sambilan..

Bukan lagi pekerjaan sisa waktu..

Membanyakkan waktu lapang..
Menatap mata mereka
Menggenggam jari-jari dan
tangan mereka

Mendengar langsung celotehan mereka..

Menanyakan perasaan mereka..

Menjadi kawan..

Setidaknya agar mereka tahu,

Kita akan kuat jika kita bersama memegang bara api itu.. Sepanas apapun..

Agar mereka..

Gak malu disebut aneh,
karena gak ikut-ikutan pacaran..

Gak malu disebut kuper,
Karena ga ikut pake baju sobek2 seperti orang gila

Gak malu dibilang cemen,
Karena ga ikut nonton film porno bareng

Gak malu..
Menjadi sendirian
Dalam kebenaran

*

Duhai ALLAH..

Sungguh hanya kepadamu segala doa kami panjatkan..

Ketika yg kami harapkan di negeri ini tak bergeming..

Hukum makin buta,
Penegak hukum pincang
Politikus sibuk sendiri,
Pemimpin cari aman

Jadi,

Biarlah kami para ibu akan berteriak di dunia maya..

Berceloteh di sosial media..

Meski kelak pekikan kami akan di sambut dengan tuduhan :

Sok pintar.. Sok suci.. Sok alim.. Sok Hebat..

Biarlah..

Toh itu jauh lebih baik,

Ketimbang ‘sekedar’ diam,

Karena diam adalah SELEMAH-LEMAHnya Iman..

Dan kami yakin..

Iman kami belum selemah itu…

Kami masih bisa teriak kencang!

Anak kami..
Amanah kami..
Peraturan kami..

*copas*

Tentang Sendu.

Sendu…
Rasa gelap tinggi …
Jerat mimpi makna dalam hati.
Kembali, lagi
Bahasa yang kita ucap kadang menyiksa…. Perih!

Letupan emosi, ada dengan sejuta asa yang hilang, sekejap lalu masuk kemudian hilang…Lirih!

Penting, untuk masa yang ada .
Demi cinta yang menggerakan cinta .
Untuk manusia yang berjiwa dan merasa, kembali seperti MATI!.

———————

Ruangan yang kelam.
Marah yang bercerita.

22.23

#KembalikanMediaIslam

Islam beribadah itu akan dibiarkan
Islam berekonomi akan diawasi
Islam berpolitik akan dicabut seakar- akarnya.

– Muhammad Natsir

Sebuah catatan kecil.

Hidayatullah.com

Tidak ada pemberitahuan sebelum pemblokiran. Tidak ada telp, email atau apapun. Setelah dikonfirmasi Kominfo hanya menjalankan tugas yang diminta BNPT. Lalu kamu menanyakan apa sebab kami diblokir, pihak mereka menjawab ,Diblokir karena terindikasi Radikal.
Mendukung ISIS , mengkafikan.

Jika sekarang kami yang dibungkam dengan alasan tak jelas kedepannya kami tidak tahu siapa lagi.

——————-

Mustafa nahra.

Bnpt sangat menakutkan di Indonesia. Jika anda disuruh bunuh diri maka anda akan bunuh diri oleh sebab BNPT. Fakta mengejutkan bahwa
100 lebih Muslim mati tanpa pengadilan oleh densus 88.

Seandainya tidak ada media Islam .. Umat dipaksa percaya dengan media mainstream …. Dengan pemberitaan yang tidak seimbang.

Dengan adanya media Islam menjadi seimbang.

Setelah diteliti
22 website yang dibredel mempunyai satu kesamaan, karena sama-sama menentang Syiah.

Media Islam tidak boleh mati, media Islam harus menjadi corong kebenaran!.

——————-

Anton Tabah

Semua ini terjadi Karena kita menggantikan akidah kita, kita jadi umat kelas dua di Indonesia.

Survey Monash university  hanya 30 % umat Islam di Indonesia yang sholat. Separusnya yang 5 waktu.

Lagi keadaan miris adalah
Umat Islam di negeri ini itu seperti makan pesta.. Dibiarkan begitu saja setelah dimanfaatkan.

Seharusnya sebelum diblokir ada prosedur yang harus dijalankan… Tidak Bisa main blokir saja.. Ada tahapan tahapan sesuai peraturan yang harus dijalankan.

———————————-
UST. Adnin

Kriteria radikal menurut BNPT

1. Ingin perubahan dengan cepat mengatasanamakan agama.

Partner saja di blokir apalagi  yang engga . *gema islam*

2. Takfiri mengkafirkan orang lain. Apakah kita tidak boleh mengkafirkan orang diluar Islam? Kalau begitu kita tidak boleh membaca Surat Al Kafirun.. Karena ini Radikal!

Apalagi yang dibanggakan oleh umat Islam selain keimanan terhadap kebenaran Islam.

Sama seperti agama lain , Islam mempunyai dogma , keyakinan keyakinan yang dipegang, keyakinan bahwa Islam agama yang benar. Keyakinan yang membuat individu tidak menganut agama selain Islam.

3. Mendukung dan menyebarkan Isis

Gema Islam yang kritik ISIS di blokir.

4. Memahami kosakata jihad secara terbatas. Jihad ,kafir itu kata-kata dalam Alquran.
BNPT juga menjelaskan bahwa pemBlokir karena ada laporan .. Siapa yang lapor ? Kita ingin berdiskusi.

Contoh kasus .. Jika Indonesia dijajah saat ini lalu kita berjihad .. Ini radikal menurut BNPT.

Jangan gunakan kekuasan untuk membungkam. Masih ada pengadilam akhirat Nanti.

Apa yg dilakukan BNPT adalah mematikan dawah, menghentikan dawah .

Ini adalah upaya melemahkan Islam Dari ideologi islamphobia .

—————————

UST. Bachtiar Natsir

Sudah saatnya media Islam berfikir. Sudah saatnya media Islam di Indonesia menjadi media Mainstream.

—————————

Mustofa nahra

Aparat kebalik menuduh kita di brain wash padahal mereka di brain wash.

Kekuatan umat Islam adalah dengan silaturahmi.  Negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia adalah Mesir.
Kehadiran BNPT pemicu radikalisme.

—————

Anton tabah

Tentara Muslim  ,polisi di negara miinoritas Muslim tidak Bisa jadi jenderal.

Di daerah minority Muslim , Muslim tidak boleh. Jadi pemimpin

Tapi sebaliknya bagi non Muslim.

Ali Imran 119
Al maidah 51

Kahfi ayat 4

———

UST Bachtiar Natsir

Jamas sekarang itu perang media.

——————

UST Adnin

Prefesional bnpt harus dipertanyakan.

Ada pelanggaran proses yang dilakukan .
——————————————

Semoga Allah memenangkan kita Dari orang-orang Kafir,musyrik, munafik! Semoga Allah mengpora porandakan pasukan mereka!

Ya Allah menangkanlah para saudara kami mujahid di Indonesia, Mesir,Palestina,Suriah,   Irak, di negeri negeri yang lain dan diwaktu yang lain.

Allahuakbar!!

Jakarta, 4 April 2015
00.10

Rezim Kaget!

bagi yg ingin lemah, mundurlah bagi yg tidak kuat bertahan, silahkan bagi yg ingin mengalami kefuturan, sekiranya semua sepakat berhenti mengusung kemuliaan ini, aku akan tetap di sini bersama Rabbku hingga kemenangan menjadi nyata dan syahid memuliakanku.”

(Sayyid Quthb)

Ketika malam menanjak dalam langit, menutup gelap wajah bumi..
Ketika sunyi cahaya bintang menjadi peneman keindahan..

Dia datang dengan derap langkah perjuangan,
Menanyakan tempat terindah yang jauh dalam bayangan.

Tanya hanya butuh jawaban,
Cinta hanya butuh kepastian.

Dia menoleh , berbicang dengan angin yang datang beriringan.
Kemana kelak dia lanjutkan perjalanan?

Ini bukan jalan biasa ,
Bukan jalan yang tergesah.

Ini lapangan amal,
Bukan untuk menjadi terkenal.
Jangan , jangan sekali-kali kau merubah.
Rubahlah dirimu untuk jalan ini, bukan ubah jalan ini untuk dirimu.

Gila!
Radikal!
Fanatik!
Teroris!

Lalu apa?
Tugasmu hanya menyampaikan,
Karena pemberi Hidayah adalah Dia. Yang Maha Pemberi Hidayah.

Lagi.
Ketika semua telah memberi tanda, pasang surut berita beranda.

Apakau tak merasakan?
Apakau tak menyaksikan?

Lalu, hanya diam merangkak pada kebathilan.

Sebuah drama pembunuhan terhadap kebenaran, ketakutan yang tak beralasan!

Dari Rezim Yang Kaget Kekuasaan!

Lawan!Lawan!Lawan!

—————————————————-
Jakarta,01 April 2015
00.48

Dasar Fanatik!

Fanatik! Sudah kenyang telinga kita mendengar kata fanatik. Itu bukan lagi hal yang menggelitik. Tak sekedar kritik. Namun menjadi sidang penghakiman sebuah ‘kejahatan’ bernama ghirah. Fanatik menjadi ketok vonis untuk menyudutkan umat Islam.

Nabi dihina, kita marah, dicap fanatik. Ada pemurtadan ditengah saudara-saudara seiman, tak boleh kita bersuara. Bersuara berarti fanatik. Malah kata Buya Hamka, ada yang berani berkata, “jangan disebut-sebut juga hukum Islam itu disini, negeri ini bukan negeri Islam. Negeri ini negeri Pancasila.” Kalau sebut-sebut hukum Islam, itu juga fanatik.

Semburan tuduhan fanatik itu bukan barang baru. Itu lagu usang yang diputar berulang-ulang. Tuduhan fanatik, kata KH Wahid Hasyim,

“…timbulnya perkataan ta’asshub (fanatisme) di dalam kalangan Islam ialah setelah orang Barat,merasa tidak dapat menembus keteguhan pendirian umat Islam dengan cara hujjah, lalu menuduh ummat Islam adalah fanatik. “

Buya Hamka pun sejalan dengan beliau. Ia katakan, “Orang Barat menimbulkan kata fanatik, karena setelah mereka menancapkan penjajahan di negeri-negeri Islam, orang Islam itu melawan. Bergelimpangan bangkai mereka terhantar ditengah medan pertempuran, namun mereka masih tetap melawan. Dan meskipun telah beratus-ratus yang syahid , namun yang tinggal masih meneruskan perlawanan.”

Tuduhan fanatik oleh Barat, yang dikenakan pada orang Islam itu hanyalah akal-akalan, tipuan semata. “Bukan mereka sendirikah yang fanatik terhadap kebiasaan, kepercayaan, untuk mempertahankan kepentingan-kepentingan mereka sungguh luar biasa sekali? Jadi tuduhan orang Barat melemparkan kata-kata fanatik kepada umat Islam semata-mata seperti siasat perang, mengadakan tembakan-tembakan pancingan, dan dengan demikian dapat diketahui mana-mana yang lemah,” tukas KH Wahid Hasyim.

Sayang, justru saat ini sebagian orang Islam suka memakan pancingan ini. Suka mewarisi pusaka tuduhan bernama fanatik ini. Mereka orang-orang yang tak lain menggadaikan imannya. Menukar akidahnya dengan gelar modern, progressif, toleran, atau semacamnya. Menggeser kiblatnya pada Barat.

“…golongan modern ini ma’mum pada orang-orang Barat. dengan pendirian yang teguh pula. Sebenarnya mereka ini juga fanatik, akan tetapi tidak pada Islam, hanya kepada orang-orang Barat. Akan tetapi mereka juga tidak suka dinamakan fanatik, dan menamakan dirinya,’ modern’, ‘progressif.” Begitulah sindir KH Wahid Hasyim.

Senada dengan Wahid Hasyim, menurut Buya Hamka, orang-orang ini adalah, “…orang yang ghirah agamnya sudah berkurang, yang tidak usah menyebut-nyebut lagi perbedaan halal dengan haram; lalu dia sudah sanggup berdiam diri saja melihat yang munkar menurut ajaran agamanya, dan dia pandai menyesuaiakan diri, barulah orang ini dapat pujian karena pandai menyesuaikan diri.”

Padahal, menurut KH Wahid Hasyim, orang yang memegang teguh pendirian dengan pengertian, bukanlah ta’assub (fanatik). “Tetapi yang demikian itu adalah kesatriaan dan memegang dengan perasaan tanggung jawab yang penuh. “

Lantas apakah kita sekarang masih mau menjadi kerbau yang dicocok hidungnya karena takut dituduh fanatik? Masih bangga menjadi pewaris pusaka penjajah dengan turut melemparkan kata fanatik? Masih gamang terombang-ambing di lautan tuduhan fanatik?

“Bagaimana sekarang, wahai mereka yang disudut jiwanya masih ada sisa rasa tanggung jawab agama? Takutkah kalian dituduh fanatik? Kalau takut lebih baik berhenti jadi orang Islam. Lalu terima saja segala yang ada dalam kenyataan, dan jangan mulut mengatakan halal-haram.” Tegas Buya Hamka.

Buya Hamka bahkan menyitir perintah Allah kepada Nabi Muhammad, “Katakanlah : Jikalau kamu memang mencintai Allah, hendaklah ikut aku,niscaya kamu akan dicintai Allah pula.”

Selama kita mengikuti jalan Allah, pasti kita akan bersimpangan dengan mereka yang menentangnya. Mutlak akan bersinggungan dengan vonis fanatik. “Sebab alat penuduh yang bernama fanatik itu masih tinggal dinegeri ini, untuk mengemplang kepala kita, (dengan) pusaka penjajah,” tukas Buya Hamka. Buya Hamka kemudian menegaskan,

“Tuanku Imam Bonjol melawan Belanda adalah karena fanatik. Tengku Cik Ditiro melawan Belanda adalah karena fanatik, Pangeran Diponegoro melawan Belanda adalah karena fanatik. Semuanya adalah karena fanatik. Yang habis mati bertimbun mayat, menegakkan kemerdekaan adalah orang-orang fanatik. Kalau tak ada lagi orang-orang fanatik di negeri ini, maka segala sampah, segala kurap akan masuk kemari, tidak dapat ditahan-tahan. Sayangnya orang-orang yang mempertahankan yang munkar itulah sekarang yang dengan fanatik menantang tiap orang yang ingin menegakkan kebenaran dan keadilan. “

Maka kita amini doa beliau,

“Ya Allah! Kalau lantaran karena cinta kepada-Mu dan Rasul-Mu, dan bercita-cita agar hukum-Mu jalan dalam dunia ini; Kalau lantaran berani menentang segala yang bathil, kalau itu yang dikatakan fanatik, perdalamlah Ya Allah rasa fanatik itu dalam jiwa kami. Dan matikanlah kami dalam membuktikan cinta kepada Engkau!”

Oleh: Beggy Rizkiansyah

http://jejakislam.net/?p=106

Blog di WordPress.com.

Atas ↑